I drive my self crazee…
Kalau kamu mengharapkan artikel di-blog ini, I’m so sorry, u
are very wrong, Kiddo…
Coz I’m gonna tell something dat really drive me nuts right
now.
It’s Monday, And I dun hate it. Great.
Yea.. sebenarnya gak terlalu hebat kalau semua tahu untuk alasan apa gue
tiba-tiba suka banget berada di dalam kubik kantor (sebelumnya gue benci jam
kerja) and tiba-tiba juga semangat melanjutkan studi S2 yang sempet terhenti.
Guys, apa pun itu bentuknya asalkan gue jangan bikin gue bengong and asalkan
jangan spending much money, pasti gue jabanin.
Masalah keuangan memang jelas sedang melanda untuk suatu alasan yang tepat,
seluruh anggaran bulanan gue dihabiskan untuk segala sesuatu yang berhubungan
dengan kuliah dan kebutuhan pokok sehari-hari (itu kalau kamu juga biasa
menggolongkan komik Dan Detective School sebagai kebutuhan pokok, just like I do).
And one thing for sure, gue sadar kalau selama ini me & my boyfriend telah
layak mendapat predikat "lubang idung" (yah, karena kami selalu
bersama sekitar 10 jam per hari) dan jelas-jelas itu sangat tidak baik buat
perkembangan mental gue saat ini.
Maksud gue, bukan predikat "lubang idung" yang gak layak, tapi
kebersamaan selama 10 jam per hari lah yang udah meracuni hidup ini. Karena
begitu sekarang dia pergi, gue mirip lebah yang dibebaskan dari kotak kayu (
OK, Maxis u can play "Flight of BumbleBee"-nya sekarang!)
I feel like I got nothing to do…
Belum lagi tekanan mental yang mendera karena ketidakjelasan sampai kapan gue
bakal menjadi "single" kayak gini, sampai kapan dia bakal pergi, dan
kapankah kami bakal menyandang lagi predikat aneh sebagai lubang idung tersebut
diatas.
Untung aja gue udah punya contekan bagaimana cara menghadapi Long Distance
Relationship. Sebenarnya seumur hidup gue gak berharap akan membuka contekan
ini lagi. But here we are, Hunky..
Sekarang gue hampir selalu awake pada jam 12 malam buat freetalk (bukan iklan),
selalu aktif SMS, dan paling mengerikan adalah kami terpaksa kontak lewat
Instant Msgr buat ngobrol lama. Berhubung PC gw gak lengkap fasilitasnya,
terpaksa rebutan tempat di warnet yang OK. Dan ini tentu membutuhkan perjuangan
tersendiri. And betapa terpukulnya gue waktu ngeliat penampakan gue di Webcam,
boro-boro cantik, gue tampak seperti operator satelit ruang angkasa lengkap dengan
headsetnya. Sangat menyedihkan harus kencan via kamera dua dimensi.
Kalau semua itu udah gak bisa lagi gue lakukan, maka dengan
sangat terpaksa gue mengambil jalan termudah dalam melupakan rasa sakit.
Cara termudah melupakan rasa sakit adalah dengan rasa sakit.
Ketika kamu bekerja keras dan belajar keras, rasa capek dan muak dengan dua
pekerjaan itu bakal menyita tempat dalam otak. Nggak akan ada space buat rasa
sakit yang lain.